Beruntung lah bagi kalian yang tinggal di daerah
yang masih menyatu dengan alam.Masih ada pepohonan hijau yang bisa kita lihat
sepanjang hari, masih ada udara yang tidak tercemar oleh polusi, masih ada air
jernih yang mengalir di sela-sela bebatuan. Lalu...buat kita yang tinggal
didaerah perkotaan, derah yang langka akan udara segar ? Haruskah kita berdiam
diri .....? Seharusnya tidak....pasti ada hal kecil yang bisa kita lakukan.
Pernah mendengar istillah Reduce, Reuse, atau
Recycle ? Salah satu dari prinsip tersebut bisa kita aplikasikan loh....Contoh
hal kecil yang biasa saya lakukan yaitu, membawa kantong belanja sendiri ketika
berbelanja ke Supermarket. Bukan masalah iritnya...tapi bahaya kantong plastik
yang sulit diuraikan yang dapat menambah kerusakan lingkungan. Atau menanam
tanaman semaksimal mungkin di rumah kita masing-masing. kita bisa memanfaatkan
barang bekas seperti botol plastik, kaleng susu bekas, atau media lain yang
dpat diganakan untuk menanam.
Hal lain yang sangat berdampak pada kerusakan lingkungan
yaitu, kebiasan kita sehari-hari. Biasa membuang sampang sembarangan, biasa
membuang sampah ke sungai, biasa menebang pohon tanpa ada upaya penanaman
kembali. Kebiasaan kecil yang berdampak besar pada lingkungan. Kebiasaan peduli
harusnya diterapkan sejak dini. Ketika mata pelajaran Prakarya diberlakukan
kembali , kami sebagai pengajar cukup gembira. Ada hal-hal kecil yang dapat
kami sampaikan kepada siswa. Bukan hanya bagaimana mengolah limbah , tapi juga
bagaimana menerapkan siswa cinta lingkungan. Sayangnya di sekolah kami mata
pelajaran Prakarya tidak diberlakukan lagi.
Mulai sekarang, mari kita peduli pada lingkungan. Lihat di sekitar kita. apa yang bisa wariskan pada anak cucu kita nanti. Sampah, Limbah atau Pemandangan yang Indah ?
Coba peduli pada sampah, tanpa harus menunggu moment Hari Peduli Sampah. Setiap hari adalah hari peduli sampah, karena setiap hari kita pasti menghasilkan sampah. Setiap hari adalah Hari Lingkungan, karena kita hidup bergantung pada lingkungan.


